laman

Minggu, 30 September 2012

PENGEMBANGAN BISNIS MAKANAN RINGAN CHIPS UBI JALAR ANEKA RASA


A. PENDAHULUAN
Indonesia merupakan Negara agraris yang kaya akan hasil pertaniannya, salah satu hasil pertanian yang merupakan bahan pangan adalah ubi jalar. Ubi jalar yang mendapat sebutan bermacam-macam diberbagai daerah, misalnya ada yang menyebut telo atau ubi bulet merupakan sumber karbon hidrat yang cukup penting dalam sistem ketahanan pangan. Ubi jalar dapat tumbuh hampir di semua wilayah Indonesia karena proses penanamannya yang sangat mudah. Selama ini penggunaan ubi jalar hanya sebatas bahan pangan substitusi karbon hidrat dan juga sebagai makanan pangan pengganti dalam keadaan darurat atau untuk konsumsi masyarakat kelas bawah.
Penelitian mengenai ubi jalar semakin banyak dan berkembang, karena mempunyai kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Kandungan ubi jalar selain gizi adalah oligosakarida. Oligosakarida yang tersimpan dalam ubi jalar ini menjadi komoditas bernilai tinggi karena dapat digunakan untuk memperkaya kandungan gizi bahan pangan, seperti susu. Ubi jalar juga dapat mencegah terjadinya sembelit karena oligosakarida berperan untuk memudahkan seseorang buang angin dan hanya orang yang tubuhnya sensitive yang dapat menyebabkan perut kembung. Kandungan serat inui bermanfaat untuk keseimbangan usus dan prebiotik, merangsang pertumbuhan bakteri yang baik bagi usus sehingga penyerapan zat gizi menjadi lebih baik dan bersih.
Saat ini produk olahan ubi jalar semakin dikenal di masayrakat dan biasanya ditampilkan dalam bentuk cemilan atau jajanan, seperti ubi jalar rebus, bakar, goreng, kripik, getuk, dan kolak. Tampilan dari produk-produk ubi jalar tersebut sangatlah sederhana dan kurang begitu menarik bagi konsumen. Berdasarkan fakta-fakta tersebut bahwa produk yang berasal dari ubi jalar ini mempunyai potensi yang sangat baik untuk dikembangkan sebagai produk yang menguntungkan. Salah satu bentuk dari inovasi dalam pemanfaatan produk ubi jalar adalah pembuatan chips berbahan dasar ubi jalar. Pengembangan ubi jalar sebagai produk pangan lain diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ubi jalar dan mengangkat citra ubi jalar sebagai salah satu bahan pangan alternatif yang potensial bagi masyarakat.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Aspek Produksi
            Peta produksi ubi jalar, Indonesia merupakan negara produsen ubi jalar ke tiga di dunia setelah RRC dan Vietnam. Produksi ubi jalar Indonesia tersebar di seluruh provinsi dengan wilayah sentra produksi utama adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Bali, NTT dan Papua. Potensi penembangan komoditas ubi jalar masih dapat ditingkatkan baik dari sisi ketersediaan lahan maupun produktivitas. Ubi jalar dapat dibudidayakan pada lahan sawah maupun lahan kering atau tegalan, di dataran tinggi maupun dataran rendah dengan pengembangan teknologi budidaya, pasca panen, dan pengolahannya (BPS, 2008).

Aspek Permintaan dan Konsumsi
            Ditinjau dari sisi permintaan, permintaan ubi jalar di pasar domestik terus meningkat dalam bentuk konsumsi segar maupun olahan, seperti chips ubi jalar sebagai akibat peningkatan jumlah penduduk dan berkembangnya teknologi penanganan pasca panen dan pengolahan berbahan baku ubi jalar. Di masa yang akan datang, permintaan industri pangan terhadap ubi jalar diperkirakan terus meningkat seiring dengan pengembangan produk olahannya. Produk olahan ubi jalar salah satunya adalah makanan ringan chips ubi jalar,  aneka kue, cake, mie dan roti tawar (Darmajati, 2001).

Aspek Perdagangan atau Pemasaran
            Jaringan perdagangan komoditas antara lain dipengaruhi oleh sifat komoditas dan kegunaannya. Makin cepat rusak atau busuk suatu produk semakin terbatas jaringan perdagangannya. Sebagai komoditas pertanian ubi jalar termsuk komoditas yang cepat rusak dibandingkan dengan komoditas secara umum, namun tidak demikian jika dibandingkan sesama komoditas hasil pertanian. Ubi jalar di masa sekarang tidak hanya dijadikan sebagai makanan pengganti, namun sudah berkembang sedemikian rupa, seperti pengolahan makanan ringan chips ubi jalar. Tingkat pemasaran dan perdagangan produk olahan ini sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia dan tidak hanya ada di daerah perkotaan bahkan ke pedesaan pun sudah ada. Produk olahan jenis ini sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat dan proses pengembangan ke depannya dimungkinkan tidak mengalami kesulitan. Berdasarkan survei 2009 produk olahan jenis ini tingkat permintaannya terus meningkat setiap tahunnya dan pelaku sebagai produsen tidak begitu banyak sehingga memungkinkan pemasaran produk ini akan sedikit mengalami persaingan pasar. Produk makanan ringan chips ubi jalar ini sangat tepat dilakukan di era sekarang ini karena keinginan konsumen akan produk olahan cepat saji terus meningkat dan makanan ringan ini banyak mengandung gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia salah satunya adalah karbonhidrat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar